Konstipasi

Konstipasi merupakan dimana terjadi penurunan motilitas (pergerakan) usus, yang ditandai dengan kesulitan buang air besar (BAB). Setiap orang memang memiliki kapasitas motolitas usus sendiri, namun bila setelah 3 hari, masih sulit BAB, maka kotoran akan menjadi keras dan makin sulit dikeluarkan.

Anda sudah dikatakan mengalami konstipasi apabila mengalami kondisi:

  • Mengejan selama BAB lebih dari 25% waktu
  • Kotoran keras lebih dari 25%
  • Tidak lempias paska BAB lebih dari 25%
  • Frekuensi BAB kurang dari 2 kali dalam seminggu

Penyebab konstipasi adalah :

  • Konsumsi air dan serat yang kurang
  • Perubahan pola diet misalnya pada saat travelling
  • Kurang olahraga, atau kurang melakukan gerak badan
  • Usaha menahan BAB karena rasa nyeri misalnya karena ambeien.
  • Salah guna obat-obatan seperti pencahar atau antasida
  • Penyakit lain seperti hiportiroid, hingga kanker usus besar.

Hampir setiap dari kita pernah mengalami konstipasi atau susah buang air besar (BAB). Walau pada umumnya bukan merupakan suatu kondisi yang serius, konstipasi dapat menjadi masalah yang tidak nyaman

Cara mencegah konstipasi dengan beberapa hal yang dapat anda lakukan untuk menghindarinya, antara lain:

  1. Makan makanan tinggi serat (yang sudah pasti kita ketahui). Sumber serat antara lain adalah buah-buahan, roti gandum utuh, atau sereal. Serat dalam makanan akan membentuk massa kotoran (feces) sehingga mengembang dan mudah dikeluarkan.
  2. Minum minimal 8 gelas air sehari, kecuali anda memiliki kondisi medis yang mengharuskan anda membatasi asupan cairan. Minuman seperti kopi dan teh memiliki efek dehidarsi sehingga harus dihindari hingga pola defekasi anda sudah normal.
  3. Olahraga teratur
  4. Jangan terlalu sering menahan BAB

Yang harus dilakukan jika anda sudah terserang konstipasi adalah :

  1. Minum ekstra 2-4 gelas air, gunakan air hangat terutama di pagi hari.
  2. Tambahkan buah-buahan dalam diet anda
  3. Minum susu dapat dicoba untuk meningkatkan pergerakan usus anda
  4. Jangan sembarang menggunakan pencahar tanpa konsultasi dengan dokter karena dapat memperberat konstipasi yang anda alami.

Waktu yang diperlukan untuk pemeriksaan konstipasi adalah karena:

  • Konstipasi terjadi baru (sebelumnya belum pernah mengalami)
  • Disertai darah saat BAB
  • Disertai penurunan berat badan walau tanpa pengaturan diet
  • Disertai nyeri saat BAB
  • Konstipasi terjadi lebih dari 2 minggu
  • Pada prinsipnya konstipasi terjadi sebagian besar karena pola makan dan gaya hidup yang tidak teratur, namun perlu diwaspadai seberapa kondisi serius  yang memerlukan penanganan medis lebih lanjut.
Posted in Konstipasi | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Masalah Konstipasi

Masalah Konstipasi – Pengertian konstipasi atau sembelit adalah kondisi atau keadaan seseorang yang tidak bisa buang air besar dengan teratur atau justru malah tidak bisa buang air besar sama sekali. Bisanya banyak orang yang sering mengalami hal ini. Seperti tinja anda yang mengeras dan dapat dengan ukuran tinja yang sangat besar atau sangat kecil.

Tingkat keseriusan pada penyakit konstipasi atau sembelit ini juga sangat berbeda-beda pada setiap penderitanya. Ada beberapa orang yang mengalami masalah konstipasi dalam waktu yang singkat, akan tetapi ada juga sebagian orang yang mengalaminya dalam waktu jangka panjang atau kronis. Biasanya masalah konstipasi jangka panjang akan menimbulkan rasa sakit serta rasa ketidaknyamanan yang dapat mengganggu dan mempengaruhi aktifitas anda sehari-hari.

Masalah Konstipasi

Masalah Konstipasi

Penyebab Konstipasi

Masalah konstipasi atau sembelit adalah salah satu jenis penyakit yang sangat umum  terjadi di kalangan masyarakat. Penyakit ini dua kali lebih banyak dirasakan oleh pria dan wanita, terutama pada wanita yang sedang dalam kehamilan. Selain itu konstipasi juga lebih sering terjadi pada orang-orang yang berusia lanjut (manula).

Normalnya, tinja yang terdapat di dalam usus akan didorong dengan kontraksi otot usus. Air dan garam pada usus besar  akan diserap kembali karena sangat penting bagi tubuh. pada saat usus besar menyerap terlalu banyak air, atau juga kontraksi dari otot usus besar melambat sehingga tinja akan menjadi keras dan kering. Maka pergerakan usus besarpun akan menjadi terlalu lambat.

Untuk anda juga pernah atau sedang mengalami masalah konstipasi jika otot yang digunakan untuk menggerakkan usus tidak bisa berfungsi secara benar. Dan masalah ini sering disebut dengan anismus.

Ada Beberapa Faktor Penyebab Konstipasi atau sembelit, Antara lain :

  1. Kekurangan cairan tubuh atau dehidrasi
  2. Kekurangan serat makanan sehingga susah buang air besar
  3. Kurangnya aktifitas fisik seperti olahraga (khususnya pada orang tua)
  4. Irritable bowel syndrome
  5. Sedang mengalami jenis penyakit tertentu
  6. Sering menggunakan atau salah penggunaan obat pencahar
  7. Memiliki penyakit tertentu, seperti penyakit stroke, diabetes, parkinson’s diverculosis dan thyroid disease
  8. Terjadi masalah pada usus besar dan dubur seperti sedang mengalmi penyumbatan usus atau diverticulosis.
  9. Sedang mengkonsumsi obat-obatan tertentu
  10. Gangguan hormon, seperti tidak aktifnya kelenjar tiroid
  11. Terjadi kerusakan pada kulit dubur dan ambeien
  12. Hilangnya kadar garam yang terdapat di dalam tubuh manusia karena mengalami muntah atau diare
  13. Cedera pada syaraf tulang belakang, yang dapat mengakibatkan pada usus.

Pada kasus konstipasi atau sembelit yang langka, penyakit konstipasi dapat menjadi tanda bahwa anda sedang mengalami kondisi medis kesehatan yang serius, seperti mengalami kanker usus besar, gangguan hormon atau gangguan pada sistem autoimun. Pada anak-anak, penyakit konstipasi dapat mengindentifikasikan hirshsprung disease atau kondisi hilangnya sel syaraf bawaan sejak lahir.

sembelit (1)

Konstipasi

Selain itu ada juga faktor yang dapat mengakibatkan orang tersebut memiliki resiko terkena penyakit kosntipasi atau sembelit, anda akan sangat berpeluang terkena konstipasi jika :

  • Orang yang lanjut usia (manula)
  • Posisi duduk yang terlalu lama secara terus-menerus
  • Tinggal di tempat tidur (ketika akan bersalin)
  • Mengkonsumsi makanan yang rendah serat
  • Kekurangan cairan tubuh (dehidrasi)
  • Sedang dalam penggunaan obat-obatan tertentu, termasuk sedatives, narkotik atau juga pengobatan tertentu untuk menurunkan tekanan darah
  • Dan juga orang yang sedang menjalankan terapi kemoterapi.

Pada umumnya kaum wanita akan lebih sering mengalami konstipasi di bandingkan dengan laki-laki dan anak-anak yang lebih sering mengalami masalah konstipasi dari pada orang dewasa. Dan jika saat ini anda  sedang hamil, kemungkinan anda akan mengalami kostipasi karena terjadinya perubahan hormon. Setelah melahirkan, maka tekanan pada usus anda dari uretus yang membesar juga dapat menyebabkan anda mengalami konstipasi.

Jika sudah mengalami konstipasi maka langkah yang harus anda lakukan yaitu melakukan pengobatan konstipasi dengan cara alami dan juga tidak akan menimbulkan efek samping bagi kesehatan tubuh anda. Lalu pengobatan konstipasi seperti apa yang aman dan juga menyehatkan? Berikut penjelasannya.

Pengobatan Konstipasi

Wortel

Tumbuhan jenis umbian ini dikenal sebagai makanan yang dapat menyehatkan mata ternyata juga mampu untuk mengobati masalah sembelit. Caranya juga cukup mudah, yaitu dengan ambillah dua batang wortel, lalu parut hingga halus dan tambahkan 2 sendok makan air dan peras. Lalu tambahkan sedikit garam,  kemudian aduk hingga merata dan minum air perasan wortel tersebut 2 kali dalam sehari.

Daun Pandan Wangi

Daun pandan wangi selain dapat dimanfaatkan sebagai pewangi masakan, ternyata daun pandan wangi juga sangat bermanfaat apabila digunakan sebagai obat alternatif  untuk mengatasi masalah konstipasi. Caranya juga cukup mudah, yaitu dengan menumbuk daun pandan hingga halus, kemudian tambahkan setengah gelas air. Lalu peras dan ambil airnya, kemudian tambahkan sedikit garam dan gula aren. Lalu anda dapat meminum ramuan konstipasi ini setelah makan malam.

Itulah penjelasan tentang masalah konstipasi atau sembelit, penyebab konstipasi dan juga poengobatan konstipasi yang dapat anda pelajari, sehingga apabila anda ataupun salah satu keluarga anda mengalaminya, akan segera dapat diatasi dengan mudah.

Posted in Konstipasi | Tagged , , , , , | Leave a comment

Konstipasi atau Susah Buang Air Besar

Konstipasi atau Susah Buang Air Besar – Konstipasi atau susah buang air besar adalah jarangnya buang air besar atau sulitnya mengeluarkan feses. Feses orang yang mengalami konstipasi atau susah buang air besar  biasanya keras karena mengandung jumlah air yang lebih sedikit. Konstipasi merupakan gejala, bukan penyakit. Buang air besar yang normal sangat bervariasi antara individu, antara tiga kali sehari sampai tiga kali seminggu. Konstipasi terjadi jika tidak bisa buang air besar selama 3 hari berturut-turut, feses keras dan merasakan sakit atau sulit buang air besar.

Konstipasi atau Susah Buang Air Besar

Konstipasi atau Susah Buang Air Besar

Penyebab Konstipasi atau Susah Buang Air Besar

Berikut ini ada beberapa penyabab konstipasi atau susah buang air besar yang sering di alami oleh orang-orang yang menderita konstipasi.

  1. Pola makan yang kurang baik, makanan yang kaya akan hewani (produk susu, daging dan telur) dan gula akan tetapi kurang mengkonsumsi makanan yang berserat seperti buah dan sayuran dapat menyebabkan konstipasi.
  2. Kurang minum air putih  juga dapat menyebabkan feses keras.
  3. Minuman yang mengandung kafein dan alkohol dapat menyebabkan kecing lebih sering. Tentunya hal ini dapat mengakibatkan kurangnya air untuk menjaga agar feses tetap lembut.
  4. Pola buang air besar yang kurang baik. Mengabaikan keinginan untuk buang air dapat memulai siklus konstipasi atau susah buang air besar karena jika dibiarkan lama, orang tersebut  juga dapat kehilangan keinginan untuk buang air besar.
  5. Obat Tertentu, obat maag yang mengandung aluminium hidroksida dan kalsium hidroksida, obat antispasmodic, obat antidepresan, suplemen zat besi, obat antikonvulsi, diuretik, obat penghilang rasa nyeri yang mengandung narkotika di dalamnya.
  6. Penggunaan pencahar secara berlebihan juga dapat menghilangkan reflek normal untuk buang air besar.

Pengobatan dan Perawatan Konstipasi atau Susah Buang Air Besar

Perubahan pola makan

dengan lebih banyak mengkonsumsi makanan atau minuman yang mengandung banyak serat, untuk mendapatkan feses yang lembut di perlukan 20-35 gr serat setiap hari. Jika serat tidak bisa diperoleh dari makanan, anda dapat memperolehnya dari suplemen yang mengandung psyllium atau methycellulose. Biasanya  suplemen serat ini di larutkan dalam segelas air dan diminum 1-3 kali sehari.

Olahraga

Dengan melakukan olahraga secara rutin dapat memicu keinginan untuk melakukan buang air besar dan juga di imbangi dengan mengkosmsi air putih 8 gelas setiap hari.

Minuman Alkohol dan Kafein

Untuk pengobatan konstipasi atau susah buang air besar yang harus anda lakukan adalah mengurangi minuman yang mengandung kafein dan beralkohol. Karena dengan setiap minum satu gejal kopi atau teh atau alkohol harus di imbangi dengan meminum segelas air (di luar dari 7-8 gelas setiap hari).

Pola Buang Air Beras Yang Teratur

Lakukan dan biasakanlah buang air besar pada jam dan waktu yang sama setiap hari atau lebih baik lagi jika buang air besar  di lakukan setelah makan. Dengan begitu akan menjadi kebiasaan untuk melakukan buang air besar.

Asupan Buah dan Sayuran

Sebaiknya sebelum menggunakan obat pencahar pada anak kemungkina hal baik yang dapat anda lakukan dengan meningkatkan jumlah cairan susu formulanya (diencerkan) atau juga dengan meningkatkan asupan nutrisi buah dan sayuran, karena buah dan sayur memiliki kandungan serat yang tinggi.

Konstipasi atau Susah Buang Air Besar

Konstipasi atau Susah Buang Air Besar

Menghindari Obat Pencahar

Konstipasi atau susah buang air besar yang biasanya di alami oleh ibu hamil umumnya terjadi akibat dari kandungan yang lama kelamaan membesar dan menelan kolon. Sebaiknya ibu hamil harus menghindari meminum obat pencahar yang di minum, dan sebaiknya ibu hamil yang mengalami konstipasi atau susah buang air besar memilih menggunakan psyllium atau methylcellulose.

Penuhi Serat

Biasanya pada orang-orang yang berusia lanjut cenderung kurang makan dan minum yang mengandung serat, pola buang air besar yang tidak teratur, dan juga penggunaan obat pencahar yang digunakan secara terus-menerus sehingga akan mengganggu kemampuan untuk buang air besar secara normal pada umumnya. Sebaiknya pada pasien yang berusia lanjut tidak menggunakan bisacodyl secara terus-menerus. Dan jika memerlukan pencahar, gunakan lactulose untuk pengobatan konstipasi atau susah buang air besar dan psyllium.

Pencahar atau Laksan

Pencahar di berikan hanya bila tidak berhasil. Pencahar maksimal digunakan selama tujuh hari secara berturut-turut agar tidak menyebabkan ketergantungan. Hindari penggunaan pencahar untuk waktu jangka panjang karena hal tersebut bisa menjadi ketergantungan dan dapat menghilangkan kemampuan untuk dapat buang air besar secara normal tanpa menggunakan obat pencahar.

Obat pencahar yang bisa digunakan sebagai obat konstipasi atau susah buang air besar adalah obat yang mengandung bisacodyl, minyak mineral, sodium atau calcium docusate ( untuk ibu hamil yang tidak mengenjan) atau polietilen glikol (maksimal dua minggu).

Nah sudah tahukan apa itu konstipasi atau susah buang air besar yang menjadi keluhan banyak orang, jika anda mengalami hal yang serupa di harapkan dapat segera mengatasinya dengan menggunakan cara alami untuk mengatasi permasalah konstipasi tersebut.

Posted in Konstipasi | Tagged , , , , | Leave a comment

Penyakit Konstipasi Sembelit

Penyakit konstipasi sembelit sering membuat resah dan juga sering menimbulkan rasa sakit, yang bisa menyebabkan pasien menjadi stress dan frustasi serta malu. Pada banyak kasus, kasus konstipasi sembelit ini bisa dicegah dan juga dihindari dengan perawatan yang baik. Observasi yang baik atas pasien dan juga pemantauan yang seksama pada setiap defekasi atau buang air besar,  khususnya untuk pasien yang kurang mengerti dan juga pelupa hal ini perlu dilakukan. Sedangkan penyakit kosntipasi sembelit tidak akan ditemukan pada bayi yang minum ASI dengan jumlah yang cukup dan jarang pada bayi yang minum susu dengan buatn sendiri yang bisa mendapat cukup diet.

Tanda dan gejala penyakit konstipasi adalah sifat tinja bukan dari frekuensinya. Walaupun kebanyakan dari bayi buang air bersih hanya satu kali sehari atau lebih dalam seharinya, kadang bayi juga buang air besar dengan konsistensi tinja yang normal hanya setiap 36-48 jam. Dan kapan saja penyakit konstipasi atau obstipasi atau juga yang biasa disebut dengan susah buang air besar ini ada sejak lahir atau juga segera sesudahnya, pemeriksaan rectal tetap perlu dilakukan.

Sfinker ani yang tegang atau spastic yang kadang-kadang bisa menyebabkan suatu obstipasi, dan juga perbaikan yang terjadi, biasanya sesudah dilatasi dengan jari. Fisura ani atau retak-retak bisa juga menyebabkan penyakit konstipasi sembelit. Jika iritasi dikurangi, maka biasanya penyembuhannya bisa dilakukan dengan cepat. Aganglionik megakolon ganglion ini bisa ditampakkan oleh suatu konstipasi pada awal masa bayi, dan tidal adanya tinja di dalam rectum pada suatu pemeriksaan digital yang bisa memberikan suatu kesan kemungkinan ini.

Penyakit konstipasi sembelit pada bayi yang minum susu buatan bisa disebabkan karena jumlah dari makanan atau jumlah dari cairan yang tidak cukup. Pada kasus lainnya, konstipasi sembelit ini bisa terjadi karena diet yang dilakukan terlalu tinggi lemak atau protein atau juga jumlah makanan yang kurang. Hanya dengan menambahkan jumlah cairan atau gula bisa membantu masalah konstipasi ini pada usia beberapa bulan saja.

Posted in Konstipasi, Konstipasi Pada Bayi, Konstipasi Pada Bayi/ Balita | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Asuhan Keperawatan Konstipasi

Ketika mengevaluasi pasien dengan konstipasi harus dipahami dengan baik gejalanya. Penting untuk memperjelas apakah pasien mengeluhkan frekuensi BAB. Riwayat mengejan berlebihan berusaha “menarik” tinja, perasaan penuh di dubur merupakan gejala-gejala dari disfungsi otot dasar panggul. Kronik atau tidaknya gejala juga penting untuk ditanyakan. Pasein juga mesti menjelaskan perilaku BABnya, waktu dan lama yang dibutuhkan. Riwayat diet (khususnya serat), konsumsi serat dan depresi (gangguan emosional) juga perlu ditanyakan.

Umumnya pasien dengan konstipasi biasanya pemeriksaan fisik akan normal saja. Tanda penyakit sistemik seperti diabetes mellitus atau hipotiroidisme harus tetap dicari. Perut yang buncit atau massa yang teraba di perut dapat mengarah pada keganasan.

Pemeriksaan colok dubur dapat mendeteksi darah, massa di rektum, celah di anus, tonus sfingter yang abnormal atau prolaps rectum. Sensitifitas di daerah sekitar dubur juga perlu diperiksa.

Pemeriksan laboratorium awal yang dibutuhkan adalah darah rutin, kimia darah, fungsi tiroid dan serum kalsium. Pemeriksaan selanjutnya bergantung pada umur pasien, gejala dan ada tidaknya perdarahan. Pada pasien yang masih muda dapat langsung ditangani terlebih dahulu dengan penambahan serat dalam diet. Pada kasus pasien berusia lanjut dengan perubahan perilaku BAB yang baru, hilangnya berat badan atau adanya bukti perdarahan dari rektum membutuhkan pemeriksaan lanjutan dengan sigmoidoskopi fleksibel dan kolonskopi untuk memeriksa apakah ada massa/tumor atau tidak.

Kriteria diagnostik konstipasi kronik

Jika terdapat dua atau lebih gejala berikut ini :

– Minimal 12 minggu atau lebih harus berturut-turut dalam waktu 12 bulan
– Tinja padat/keras dalam > 25% saat BAB
– Perasaan tidak puas setelah BAB sebanyak 25%
– Perasaan seperti ada yang tertahan di daerah anorektal sebanyak >25%
– Manuver manual untuk membantu keluarnya tinja sebanyak 25%
– BAB kurang dari tiga kali seminggu

Pembagian Konstipasi

Konstipasi primer Konstipasi normal transit (konstipasi fungsional) Jenis konstipasi tersering. Tinja melewati usus dengan kecepetan yang normal. Kesulitannya adalah saat mengeluarkan dan tinja yang keras. Pasien meraksana kembung dan nyeri atau rasa tidak nyaman di perut juga bisa terjadi stress pasikososisal.
  Konstipasi transit lambat Biasanya terjadi pada perempuan muda yang memiliki kebiasaan BAB yang jarang. Biasanya pada keterlambatan yang ringan dapat teratasi dnegan diet tinggi serat , namun tidak bagi yang sudah parah bahkan laksatif pun tidak akan membantu
  Disfungsi anorektal Termasuk didalamnya adalah disnergia otot dasar pelvic, disfungsi otot dasar perlvik
Konstipasi sekunder – Konstipasi jenis ini diakibatkan kondisi atau penyakit sistemik lain seperti penyakit endokrin dan metabolic, kelainan neirologi, kondisi psikologis, kehamilan dan abnormalitas struktur lainnya.- Dapat pula dikaitkan dengan penggunaan obat seperti antacid, antikolinergik, antidepresan, antihistamin, ca-channel blocker, diuretic, zat besi, narkotik, opiod, psikotropikadll.

Terapi Konstipasi

Terapi non farmakologi – Latihan BABHendaknya BAB pada waktu yang tepat sama setiap harinya. Waktu yang optimal untuk BAB adalah di pagi hari setelah berjlaan dan sarapan sehingga saat aktivitas kolon sangat  tinggi. Pasien juga disaranakan untuk tidak mengedan berlebihan.

– Tingkatkan asupan serta dan cairan
Rekomendasi jumlah asupan setiap harinya adalah 20-25 gram. Jumlah hidasi yang cukup amat penting untuk menjaga pergerakan usus.
– Meningkatkan aktifitas fisik regular
Suatu studi khorot menyebutkan, latihan fisik 2-5 kali per minggu menurunkan resiko konstipasi hingga 35%.

Terapi farmakologi LAKSATIF (Pencahar)- Bulk laxative

Laksative yang mengandung psillium, pectin, plantago atau selulose. Jenis laksative ini menyerap air sehingga melunakkan tinja. Paling bermanfaat diberikan kepada konstipasi fungsional namun tidak akan menolong pada kasus konstipasi trasit lambat dan disfungsi anorektal. Efeknya menimbulkan kembung dan produksi gas berlebih.

– Laksative osmotik

Laksative yang mengandung garam (magnesium hidroksida, sodium bifosfat) yang akan meningkatkan sekresi air ke dalam usus. Juga bisa mengandung latulosa, sorbitol, manitol, dan pliotilen glikol (PEG).

– Laksative Stimulan

Laksative stimulan meningkatkan pergerakan usus dan sekresi ke dalam usus

– Agen Prokinetik

Tegaserod, kolsisin dan misoprostol akan mempercepat waktu transit tinja dan meningkatkan frekuensi BAB.

Operasi Reaksi atau pemotongan kolon secara total dan pemotongan bagian ileorektum kadang-kadang diperlukan pada yang konstipasi berulang pada pasien konstipasi transit tanpa disfungsi anorektal yang gagal menjalani terapi faramologi maupun non farmakologi.Komplikasi setelah operasi :

–  Gangguan pada usus kecil

– Diare

– Inkontinensi

 

Posted in Konstipasi, Penyebab Konstipasi | Tagged , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Penyebab Penyakit Konstipasi

Definisi umum konstipasi adalah defekasi yang tidak lebih sering dari tiga hari sekali. Akan tetapi, beberapa orang percaya bahwa defekasi setiap hari adalah normal dan penting untuk mempertahankan kesehatan dan bagi mereka, dan pola defekasi yang lain menunjukkan konstipasi. Penyebab konstipasi adalah kurang serat dalam diet dan kurangnya asupan cairan.

Penyebab penyakit konstipasi lainnya adalah :

  • Cedera saraf spinalis yang mempengaruhi sistem saraf otonom
  • Kondisi dinding usus yang tidak memiliki saraf
  • Faktor psikologis efek inhibisi pada intervasi otonom.
  • Tumor, penyakit divertikel, hemoroid, abnormalitas kongenital.
  • Kadar progesteron yang menyebabkan penurunan motilitas pada saluran cerna
  • Diabetes melitus, hipotiroidisme

Konstipasi cenderung menetap dengan sendirinya, apapun penyebabnya. Tinja yang besar dan keras di dalam rektum sulit dan bahkan sakit jika dikeluarkan, jadi lebih sering terjadi retensu dan kemudian terbentuklah suatu lingkaran setan. Distensi rektu dan kolon mengurangi sensitivitas refleks defekasi dan efektifitas peristaltik. Akhirnya cairan dari kolon proksimal dapat menapis disekitar tinja yang keras dan keluar dari rektum tanpa terasa oleh anak.

Ada beberapa penyebab penyakit konstipasi pada bayi. Salah satu penyebabnya adalah diperkenalkannya makanan padat. Bayi yang diberi ASI jarang mengalami konstipasi karena ASI hampir 100% dicerna oleh tubuh bayi dan dapat diserap. Bayi yang mendapat susu formula cenderung mengalami konstipasi lebih sering dibandingkan yang mendapat ASI. Tidak seperti ASI, susu formula tidak mudah dicerna dan diserap oleh tubuh bayi.

Mengubah pola makan bayi biasanya dapat melepaskan bayi dari derita konstipasi. Beberapa latihan fisik juga dapat membantu. Untuk membantu mencegah si kecil mengalami konstipasi, cobalah mengubah pola makannya dengan memberi makanan yang mengandung banyak serat seperti :

  • Pir (pir korea lebih bagus)
  • Aprikot
  • Prune
  • Plum
Posted in Konstipasi | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Penyakit Konstipasi Atau Sembelit

Penyakit konstipasi atau sembelit merupakan suatu kelaianan pada sistem pencernaan yang ditandi dengan sulitnya buang air besar. Konstipasi biasa terjadi karena adanya proses penyerapan air yang cukup tinggi di dalam usus sehingga feses menjadi kering dan keras. Penyebab utama konstipasi adalah kebiasaan untuk menahan-nahan atau menunda-nunda buang air besar dan kurang memakan-makanan berserat. Konstipasi yang kronis dapat memicu terjadinya hemaroid.

Konstipasi dapat dihindari dengan berbagai cara. Misalnya dengan cara memakan makanan berserat, seperti sayur-sayuran, dan buah-buahan, banyak minum air, dan tidak menahan-nahan buang air besar.

Konstipasi kronis jarang terjadi biasanya secara sekunder disebabkan oleh kelainan anatomi atau patofisiologinya abnormal : kadang-kadang sebagai kelanjutan dari penanganan konstipasi akut yang belum tuntas. Kesukaran buang air yang terus menerus mengakibatkan tinja menjadi mengeras. Anak usia 1-4 tahun yang mendapat doot rendag serat dengan frekuensi buang air besar mula-mula 1-2 kali sehari dapat berubah menjadi sekali dalam 2 hari.

Pengobatan yang paling sederhana untuk mengatasi konstipasi adalah dengan minum air putih 8-10 gelas sehari dan mengonsumsi sayuran serta buah-buahan yang mengandung banyak serat untuk memperlancar pencernaan.

Posted in Konstipasi | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Konstipasi Pada Ibu Hamil

Meski merupakan gejala umum dalam kehamilan, konstipasi yang dibiarkan beralut-larut, bisa menjadi semakin parah, dan memicu timbulnya wasir atau ambeien. Namun demikian, untuk mengatasi kontsipasi, ibu hamil tidak disarankan untuk makan sembarangan obat-obat pencahar atau pelancar BAB.

Konstipasi ditandai dengan gejala beberapa hal diantaranya adalah sebagai berikut : lebih dari 4 hari kesulitan untuk buang air besar, feses menjadi keras, merasa tidak tuntas buang air besarnya, perlu kekuatan ekstra untuk mengeluarkan feses, terkadang rektum mengeluarkan darah, rasa sakit atau tidak nyaman pada perut bagian bawah, terasa penuh, berat dan mulas.

Akibat feses keras, secara nalurilah ibu akan mengejak untuk mengeluarkan feses. Akhirnya, rektum membengkak dan berdarah akibat pecahnya pembuluh darah di anus. Dalam proses persalinan, dampaknya adalah timbul kesulitan saat proses persalinan per vagina, akibat terdapat wasir atau embeien di dekat jalan lahir dan ibu tidak boleh mengejan terlalu keras. Namun, untuk mengatasi konstipasi, ibu hamil tidak disarankan untuk makan sembarangan obat-obat pelancar BAB. Sebab selain berpotensi mengganggu perkembangan janin, obat pelancar dapat membuat ibu hamil dehidrasi (kekurangan cairan tubuh) dan merangsang terjadinya kontraksi.

 

Posted in Konstipasi | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Penyakit Konstipasi

Konstipasi adalah masalah yang sering terjadi dan umum pada saluran pencernaan. Dimana anda mengalami kesulitan dalam buang air besar atau jarang buang air besar. Tinja anda mungkin keras sehingga susah buang air besar untuk dikeluarkan sehingga membuat anda harus berusaha payah untuk mengeluarkannya. Atau anda mungkin merasa ingin buang air besar lagi padahal sebelumnya anda sudah melakukannya.

Tidak semua orang mempunyai kebiasaan buang air besar satu hari sekali. Tidak benar satu pernyataan yang menyatakan bahwa anda seharusnya buang air besar setiap harinya untuk dianggap kebiasaan atau pola buang auir besar anda teratur. Jarak atau rentang waktu yang normal dalam buang air besar adalah antara 3 kali sehari sampai 3 kali seminggu. Anda mungkin mengalami penyakit konstipasi jika anda mulai sering mengalami buang air besar lebih sedikit daripada yang biasanya terjadi.

Ketika makanan yang kita makan masuk dalam saluran pencernaan, tubuh anda mengambil nutrient atau zat-zat gizi dan air dari makanan itu. Proses ini akan menciptakan yang namanya stool yang akan dikeluarkan melalui usus halus lewat kontraksi usus.

Beberapa hal yang mempengaruhi proses tersebut. Hal-hal tersebut antara lain : tidak cukup dalam konsumsi cairan, aktifitas yang kurang seperti olahraga dan aktifitas lainnya, tidak cukup makan makanan berserat, konsumsi obat-obatan tertentu, tidak menyegerakan ke kamar mandi saat anda merasa berkeinginan buang air besar dan secara teratur menggunakan laxatives atau obat pencahar juga nisa menjadi sebab sembelit. Penyakit konstipasi atau sembelit juga sering terjadi pada wanita hamil. Ada beberapa hal yang menjadi penyebab stool bergerak lebih pelan melalui usus halus, yang mengarahkan pada timbulnya konstipasi.

Posted in Konstipasi | Tagged , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Pencegahan Sembelit

Gejala sembelit terlihat dari feses yang keras dan nyeri saat buang air besar, kadang-kadang konstipasi disertai dengan keluarnya darah. Untuk mengatasinya, pencegahan sembelit diperlukan pola makan berserat tinggi dan pola hidup sehat.

Pengobatan yang aman dan tanpa efek samping dapat digunakan jika diperlukan. Obat sembelit akan berfungsi membantu melancarkan buang air besar, dan sangat membantu pasien penderita wasir dan hernia, dimana penderita tidak boleh mengejan.

 

Beberapa faktor penyebab sembelit adalah :

  • kurang minum
  • kurang makanan berserat
  • tidak membiasakan diri buang air besar setiap hari
  • usia
  • kurangnya aktivitas fisik
  • kehamilan
  • dalam kondisi sakit
  • stres.

Untuk meghindari sembelit, jagalah kebersihan usus, terutama usus besar yang merupakan bagian akhir dari saluran pencernaan, yang berfungsi sebagai tempat untuk mengumpulkan sisa makanan, mengabsorbsi air dan beberapa mineral, sekaligus tempat pertumbuhan bakteri. Dengan menjaga usus selalu dalam keadaan bersih, secara tidak langsung telah menghindari kasus sembelit.Usus sehat, hidup pun menjadi sehat.

Posted in Konstipasi | Tagged , , , , | Leave a comment